, ,

Balita di Rantau Prapat Alami Luka Serius, Diduga Jadi Korban Penganiayaan

by -386 Views
telkomsel

News Rantau – Seorang balita perempuan di Kota Rantau Prapat, Kabupaten Labuhanbatu, Sumatera Utara, tengah menjalani perawatan intensif di rumah sakit setelah diduga menjadi korban penganiayaan. Bocah malang tersebut ditemukan dalam kondisi luka-luka parah tanpa didampingi keluarga.

Dugaan Kekerasan Anak di Nias Selatan, Dinkes Sumut: Kondisi Kaki dan  Tulang Bawaan Lahir
Balita di Rantau Prapat Alami Luka Serius, Diduga Jadi Korban Penganiayaan

Peristiwa ini menggemparkan warga setempat setelah video dan foto balita itu tersebar di media sosial, memperlihatkan tubuh mungilnya yang penuh memar dan luka. Warga yang pertama kali menemukan balita itu mengaku syok dan langsung melaporkannya ke pihak berwenang.

“Kami lihat dia sendirian, tubuhnya lemas, dan wajahnya penuh lebam. Langsung kami bawa ke rumah sakit,” ujar Rini, warga yang ikut menolong.

Baca Juga : Influencer Sebut Nge-gym Aktivitas Bodoh, Dokter Saraf Ungkap Fakta Sebaliknya

Kondisi Balita Masih Kritis

Menurut keterangan dokter di RSUD Rantau Prapat, kondisi balita tersebut masih kritis dan belum sadarkan diri. Luka yang dialami diduga merupakan hasil dari kekerasan fisik berulang, termasuk di bagian kepala dan perut.

“Kami sedang melakukan observasi intensif. Trauma di bagian kepala cukup serius dan butuh penanganan lanjutan,” jelas dr. Andi, salah satu dokter yang menangani kasus ini.

Polisi Selidiki Pelaku Penganiayaan

Kepolisian Resor Labuhanbatu telah turun tangan menyelidiki kasus ini. Kapolres Labuhanbatu, AKBP Dr. Bernhard David, menyatakan bahwa pihaknya telah mengamankan beberapa saksi dan sedang menelusuri siapa pelaku penganiayaan tersebut.

“Kami menduga balita ini mengalami kekerasan di lingkungan terdekatnya. Saat ini kami fokus pada identifikasi keluarga dan pihak yang bertanggung jawab,” ujarnya.

Pemerintah Daerah Turun Tangan

Dinas Sosial Kabupaten Labuhanbatu turut mendampingi proses hukum dan perawatan balita tersebut. Kepala Dinsos menyatakan pihaknya siap memberikan perlindungan maksimal, termasuk pemulihan psikologis pasca trauma.

Masyarakat luas juga menyuarakan keprihatinan dan menuntut agar pelaku penganiayaan dihukum seberat-beratnya. Di media sosial, tagar #JusticeForBalitaRantauPrapat mulai ramai digaungkan.

Lindungi Anak dari Kekerasan

Kasus ini menjadi pengingat serius bagi semua pihak akan pentingnya melindungi anak dari segala bentuk kekerasan. Anak-anak, khususnya balita, merupakan kelompok paling rentan dan tak berdaya menghadapi kekerasan dalam rumah tangga maupun lingkungan sekitar.

Semoga balita korban penganiayaan di Rantau Prapat segera pulih dan mendapatkan keadilan yang layak. Pemerintah dan masyarakat diharapkan terus bersinergi untuk menciptakan lingkungan yang aman dan layak bagi tumbuh kembang anak-anak Indonesia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

No More Posts Available.

No more pages to load.