News Rantau — Pasar Bauntung kini bukan hanya sekadar pusat jual beli kebutuhan sehari-hari, tetapi juga menjadi ruang interaksi sosial yang menghadirkan pengalaman unik: menyeruput kopi Nusantara di tengah hiruk pikuk pasar tradisional.

Sejumlah kedai kopi sederhana di area pasar menawarkan berbagai racikan kopi khas Nusantara, mulai dari kopi Aceh Gayo, Toraja, Mandailing, hingga kopi Banjar yang kental dan harum. Kehadiran sajian kopi ini memberikan warna baru bagi pengunjung yang ingin menikmati suasana berbeda dari kafe modern.
Baca Juga : Jasa Serba Bisa Ala Gen Z Banjarmasin: Pernah Disuruh Menagih Utang
Sensasi Ngopi di Pasar
Bagi para penikmat kopi, ngopi di pasar memiliki sensasi tersendiri. Aroma rempah dan kopi bercampur dengan suasana pasar yang dinamis, menciptakan atmosfer akrab sekaligus otentik. Banyak pengunjung mengaku lebih betah duduk di bangku kayu sederhana sambil berbincang dengan pedagang dan warga sekitar.
“Ngopi di pasar itu beda rasanya. Lebih hangat, lebih dekat dengan masyarakat, dan kopinya juga lebih autentik,” ujar Rudi, salah satu pengunjung yang rutin menikmati kopi di Pasar Bauntung.
Kopi Nusantara Jadi Primadona
Fenomena ngopi di pasar ini juga sejalan dengan tren meningkatnya minat masyarakat terhadap kopi lokal. Pedagang kopi di Pasar Bauntung tidak hanya menyajikan minuman, tetapi juga memperkenalkan beragam biji kopi Nusantara kepada pembeli.
Beberapa bahkan menjual bubuk kopi kemasan lokal dengan harga terjangkau, sehingga pasar menjadi etalase promosi kopi daerah. Hal ini memberi peluang baru bagi petani kopi sekaligus memperkuat branding kopi Nusantara di tingkat lokal.
Pasar Jadi Ruang Ekonomi Kreatif
Pemerintah setempat menyambut baik tren ini dengan mendorong pasar tradisional menjadi bagian dari ekosistem ekonomi kreatif. Aktivitas sederhana seperti ngopi di pasar diyakini mampu mendongkrak kunjungan sekaligus menghidupkan kembali geliat pasar rakyat.
Dengan semakin banyaknya kedai kopi lokal yang tumbuh di Pasar Bauntung, masyarakat kini memiliki pilihan tempat nongkrong yang merakyat, terjangkau, dan sarat budaya.








