,

Resmikan Surau Sydney, Gubernur Sumbar: Jembatan antara Ranah dan Rantau

by -248 Views
telkomsel

News Rantau – Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi Ansharullah, meresmikan Surau Sydney, sebuah rumah ibadah dan pusat kebudayaan Minangkabau pertama di Australia, Selasa (5/8/2025). Acara peresmian ini menjadi momen penuh haru dan kebanggaan bagi diaspora Minang yang bermukim di Negeri Kanguru.

Resmikan Surau Sydney - Gubernur Sumbar : Menjadi jembatan antara ranah dan rantau. - Indomedia
Resmikan Surau Sydney, Gubernur Sumbar: Jembatan antara Ranah dan Rantau

Dalam sambutannya, Gubernur Mahyeldi menyebut Surau Sydney bukan sekadar tempat ibadah, tetapi simbol kuat yang merekatkan hubungan antara ranah (kampung halaman) dan rantau (perantauan). Ia menegaskan, keberadaan surau ini menjadi penguat identitas sekaligus pusat kegiatan sosial dan budaya masyarakat Minangkabau di Australia.

Baca Juga : Warga Konawe Utara Hibahkan 1.000 Hektar Tanah untuk Transmigrasi

“Surau Sydney ini adalah jembatan batin yang menyatukan Ranah Minang dengan para perantau. Ia menjadi tempat menanamkan nilai-nilai adat basandi syarak, syarak basandi Kitabullah,” ujar Mahyeldi.


Dibangun Swadaya Perantau, Jadi Ikon Persatuan

Surau Sydney dibangun secara swadaya oleh komunitas Minang yang telah menetap di Australia selama puluhan tahun. Lokasinya strategis, dekat dengan komunitas muslim Asia Tenggara di Sydney, dan kini menjadi pusat kegiatan keagamaan, kajian budaya, dan pertemuan warga Minang.

Ketua Persatuan Masyarakat Minang Sydney, H. Iskandar Sutan, mengungkapkan rasa bangganya atas perhatian pemerintah Sumbar terhadap perantau.

“Kami merasa diperhatikan. Dukungan dari gubernur memberi semangat untuk terus menjaga adat dan iman meski jauh dari kampung halaman,” ucapnya.


Gubernur Ajak Perantau Jadi Duta Daerah

Gubernur Mahyeldi juga mendorong para perantau Minang di Sydney untuk menjadi duta promosi Sumatera Barat di kancah internasional, baik dalam sektor pariwisata, pendidikan, hingga kuliner.

Ia menegaskan bahwa sinergi antara pemerintah daerah dan perantau menjadi kunci dalam mendorong pembangunan berbasis budaya.

“Perantau memiliki potensi besar. Mari kita bangun daerah bersama, baik dari ranah maupun dari rantau,” tegasnya.


Makna Surau Lebih dari Sekadar Bangunan

Peresmian ini diakhiri dengan doa bersama dan jamuan makan tradisional khas Minang. Surau Sydney kini bukan hanya menjadi tempat ibadah, tapi juga penanda eksistensi budaya Minang yang hidup dan berkembang di perantauan.

Dengan hadirnya surau ini, komunitas Minang di Sydney berharap dapat terus menjaga tali silaturahmi dan nilai-nilai luhur yang diwariskan dari tanah Minangkabau.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

No More Posts Available.

No more pages to load.