News Rantau — Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Rantau terus mendorong kemandirian warga binaan melalui program pembinaan kemandirian. Salah satu inovasi terbaru yang kini berkembang pesat adalah produksi Kripik Singkong RURA, sebuah produk olahan pangan yang dihasilkan langsung oleh warga binaan sebagai bagian dari penguatan UMKM Pemasyarakatan.

Mendorong Kemandirian Lewat Produk Lokal
Program ini lahir dari upaya Rutan Rantau menghadirkan pembinaan berbasis ketrampilan yang relevan dan berdaya jual. Kepala Rutan Rantau, Muhammad Faisal, mengatakan bahwa pihaknya berkomitmen mencetak warga binaan yang produktif dan siap kembali ke masyarakat.
Baca Juga : Perkuat Pembinaan Warga Binaan, Ditjenpas Sepakati Empat PKS dengan Mitra Kerja
“Kripik Singkong RURA adalah contoh nyata bahwa pembinaan dapat menghasilkan produk berkualitas. Kami ingin warga binaan memiliki keahlian yang benar-benar bermanfaat ketika bebas nanti,” ujarnya.
Produksi kripik singkong dilakukan di dapur pembinaan, dengan melibatkan beberapa warga binaan yang telah mendapatkan pelatihan olahan pangan. Prosesnya mulai dari pengupasan singkong, pengirisan manual, perendaman, penggorengan, hingga pengemasan.
Produk Mulai Dipasarkan, Respons Positif
Kripik Singkong RURA hadir dengan cita rasa gurih dan tekstur renyah, sehingga mulai mendapat respons positif dari masyarakat sekitar, pegawai rutan, serta pengunjung layanan penitipan.
Petugas pembinaan kemandirian, Ardiansyah, menyebutkan bahwa permintaan terus meningkat setiap pekan.
“Awalnya hanya diproduksi dalam jumlah kecil untuk konsumsi internal. Namun sekarang sudah banyak yang pesan sebagai oleh-oleh, terutama saat layanan kunjungan ramai,” jelasnya.
Harga yang terjangkau dan kualitas rasa menjadi keunggulan produk ini. Selain itu, penggunaan singkong lokal dari petani sekitar Rantau membuat produk ini semakin bernilai, karena ikut menggerakkan ekonomi desa.
Warga Binaan Antusias Belajar
Salah satu warga binaan yang terlibat dalam produksi mengaku semakin termotivasi mengikuti program pembinaan.
“Saya jadi punya skill baru. Rasanya bangga saat orang luar suka dengan hasil kerja kami,” katanya.
Program ini tidak hanya mengajarkan keterampilan, tetapi juga kedisiplinan, tanggung jawab, dan kemampuan bekerja dalam tim.
Harapan Menjadi Brand UMKM Pemasyarakatan
Rutan Rantau menargetkan Kripik Singkong RURA menjadi salah satu produk unggulan UMKM Pemasyarakatan di Tapin. Dalam waktu dekat, Rutan akan menambah varian rasa dan meningkatkan standar pengemasan agar dapat dipasarkan lebih luas.
“Kami ingin produk ini menjadi ikon pembinaan kami. Semoga ke depan bisa bermitra dengan UMKM lokal dan masuk ke pasar ritel daerah,” tambah Karutan Faisal.
Dengan berkembangnya Kripik Singkong RURA, Rutan Rantau menunjukkan bahwa proses pemasyarakatan tidak hanya berfokus pada pembinaan mental, tetapi juga pemberdayaan ekonomi yang nyata dan berkelanjutan.








