News Rantau – Suasana duka menyelimuti sebuah keluarga di kecamatan rantau prapat setelah seorang pemuda berusia 22 tahun ditemukan tak bernyawa di kediamannya, Senin malam (25/8). Peristiwa ini diduga terjadi setelah korban terlibat pertengkaran dengan orangtuanya.

Kronologi Kejadian
Baca Juga : BMKG Ramal Sejumlah Daerah Diguyur Hujan Ringan hingga Petir
Menurut keterangan pihak kepolisian, korban sebelumnya terlibat cekcok dengan orangtua terkait persoalan pribadi. Setelah perdebatan memanas, korban masuk ke kamarnya. Beberapa saat kemudian, keluarga menemukan korban sudah dalam kondisi tidak bernyawa.
Kepolisian setempat segera mendatangi lokasi usai menerima laporan masyarakat. Jenazah kemudian dibawa ke rumah sakit untuk dilakukan pemeriksaan medis.
Keterangan Polisi
Kapolsek [nama wilayah] menyampaikan bahwa pihaknya masih mendalami kasus ini dengan memeriksa sejumlah saksi, termasuk orangtua korban. “Dugaan awal mengarah pada tindakan mengakhiri hidup sendiri, namun kami tetap melakukan penyelidikan menyeluruh untuk memastikan penyebab kematian,” ujarnya.
Pihak kepolisian juga mengimbau masyarakat agar lebih peka terhadap kondisi psikologis anggota keluarga, terutama generasi muda yang rentan mengalami tekanan mental.
Reaksi Warga Sekitar
Warga sekitar mengaku terkejut dengan kejadian ini. Menurut mereka, korban dikenal sebagai pribadi yang cukup pendiam namun tidak pernah terlibat masalah serius dengan tetangga.
“Kami tidak menyangka hal seperti ini bisa terjadi. Semoga keluarga diberikan ketabahan,” ujar salah satu tetangga.
Imbauan Penting
Psikolog dari universitas setempat menilai kasus ini menjadi pengingat penting tentang kesehatan mental anak muda. Pertengkaran keluarga, tekanan ekonomi, maupun masalah pergaulan kerap memicu stres berlebih.
“Keluarga sebaiknya menciptakan ruang komunikasi terbuka. Mendengarkan dengan empati bisa mencegah konflik berujung pada keputusan tragis,” jelasnya.
Ajakan Peduli Kesehatan Mental
Kasus ini kembali menyoroti pentingnya perhatian terhadap isu kesehatan mental di kalangan generasi muda. Pemerintah daerah bersama lembaga terkait berencana meningkatkan layanan konseling gratis dan kampanye pencegahan bunuh diri.
Masyarakat juga diimbau agar tidak ragu mencari bantuan profesional jika mengalami tekanan psikologis. Dengan kepedulian bersama, diharapkan kasus serupa dapat diminimalisasi di masa depan.








